Sanksi Barat Tak Digubris, Perdagangan Rusia serta India Tembus Rp1.000 Trilyun

JAKARTA – Perdagangan Rusia dengan India terus mengalami perkembangan pesat kemudian pembayaran bilateral berjalan dengan lancar tanpa gangguan, yang dimaksud selama ini menghambat perdagangan dengan negara-negara lain. Hal itu diungkapkan Wakil pimpinan Sberbank, Anatoly Popov terhadap Reuters.
Sberbank menangani pembayaran hingga 70% dari semua ekspor Rusia ke India. Perdagangan Rusia dengan India meningkat hampir dua kali lipat menjadi USD65 miliar atau setara Rp1.000 triliun pada 2023 dengan negara ini menjadi importir utama minyak Rusia pasca sanksi Barat diberlakukan pada tahun 2022 melawan konflik di area Ukraina.
“Pada 2022, terdapat peningkatan yang digunakan signifikan di minat usaha Rusia di area bursa India oleh sebab itu bursa ini berfungsi sebagai alternatif,” kata Popov terhadap Perusahaan Berita Reuters di sebuah wawancara menjauhi Wadah Kondisi Keuangan Timur, sebuah konferensi perekonomian yang digunakan memiliki target mitra-mitra Rusia dalam Asia dikutip, Selasa (3/9/2024).
Baca Juga: India Berburu Utang Rp59 Triliun, Ekspansi Minyak Besar-besaran
Cabang Sberbank di dalam India memiliki kantor-kantor dalam Delhi serta Mumbai, dan juga sebuah pusat TI di area Bangalore. Jumlah staf pada kantor-kantornya di tempat India meningkat 150% tahun ini, lantaran pada bulan April merekan mengungkapkan akan mempekerjakan 300 personil TI untuk pusat pada Bangalore.
Sberbank berada pada bawah sanksi Barat serta oleh sebab itu tidaklah dapat melakukan operasi di dolar Amerika Serikat juga euro atau menggunakan sistem SWIFT untuk transaksi internasional. Namun, Popov mengungkapkan bahwa bank ini tiada mengalami permasalahan pada India.
“Sberbank adalah kontestan penuh di semua sistem pembayaran serta antar bank dalam India. Tidak ada batasan pada operasinya,” kata Popov.
India tak bergabung dan juga di sanksi anti-Rusia juga mempertahankan hubungan persahabatan dengan Rusia, sesama anggota kelompok negara berprogres BRICS.
Sberbank menyatakan bahwa kegiatan pada rubel juga rupee berjalan dengan lancar, dengan 90% pada antaranya hanya saja membutuhkan waktu beberapa jam untuk diselesaikan. Hal ini sangat kontras dengan mitra dagang lainnya seperti China.
Popov menekankan bahwa pertumbuhan ekspor India ke Rusia sudah membantu memecahkan hambatan surplus rupee yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan Rusia, yang menghambat perdagangan bilateral pada tahun 2023, akibat rupee digunakan untuk membayar impor dari India.






