Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Luncurkan Peneliti Mutu Udara Bebas
Jakarta – Dinas Lingkungan Hidup DKI Ibukota meluncurkan sistem pemantau kualitas udara terintegrasi yang digunakan didukung 31 titik Stasiun Observer Standard Udara Bebas (SPKU) tersebar di banyak wilayah.
“Data yang digunakan ditampilkan merupakan data dari alat pemantau kualitas udara yang digunakan memenuhi standar,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto di dalam Jakarta, Jumat, 5 Juli 2024, seperti dilansir Antara.
Menurut Asep, ketika ini DKI Ibukota Indonesia miliki 31 titik SPKU, bertambah dibandingkan tahun sebelumnya. Dari SPKU itulah data yang digunakan diperoleh akan ditampilkan melalui jaringan pemantau kualitas udara.
“Platform ini memudahkan rakyat untuk mengakses informasi. Semua mampu mengaksesnya melalui laman (website) udara.jakarta.go.id menggunakan bermacam gawai,” kata Asep.
Asep mengatakan, jaringan ini pertama di Negara Indonesia yang tersebut mengintegrasikan data milik pemerintah dan juga non-pemerintah sebagai upaya untuk mewujudkan keterbukaan data kualitas udara di dalam Jakarta.
Laman ini menampilkan data dari 31 SPKU di dalam Ibukota Indonesia yang mengintegrasikan data dari SPKU milik DLH Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi lalu Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesi lalu Vital Strategies. “Ke depannya, jumlah keseluruhan stasiun kemudian data yang dimaksud diintegrasikan akan terus bertambah,” katanya.
Platform ini juga menyediakan visualisasi data yang menawan lalu simpel dipahami, seperti ciri peta interaktif, grafik juga diagram yang mana menimbulkan antarmuka media ini lebih besar modern lalu “user-friendly”. Terdapat pula fasilitas edukasi serta informasi terkait kualitas udara dan juga dampaknya terhadap kesehatan.
Nantinya warga DKI Jakarta dapat mengetahui langkah-langkah yang mana diperlukan diambil pada waktu kualitas udara memperparah dan juga intervensi yang digunakan diambil pemerintah pada menindaklanjuti keadaan kualitas udara ketika statusnya tidaklah sehat, sangat tidak ada segar juga berbahaya.
Artikel ini disadur dari Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Luncurkan Pemantau Kualitas Udara





