Korban Meninggal Akibat Longsor Tambang Emas Gorontalo Jadi 26 Orang
Jakarta – Tim SAR gabungan dari berubah-ubah lembaga terus berjibaku untuk mencari penderita tanah longsor di dalam kawasan tambang emas rakyat dalam Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Daerah Bone Bolango, Provinsi Gorontalo hingga hari ini. Pada hari keenam pencarian penderita longsor, regu SAR gabungan kembali menemukan tiga pendatang korban. Ketiganya telah meninggal.
Kepala Kantor Pencarian lalu Pertolongan Gorontalo, Hariyanto, menyatakan ketiga jenazah yang dimaksud ditemukan itu dengan segera dievakuasi menggunakan helikopter menuju Polda Gorontalo. Selanjutnya, ketiga jenazah itu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dijalankan identifikasi.
“Tiga jenazah sudah pernah berhasil dievakuasi dan juga menurut informasi sudah ada berhasil teridentifikasi oleh kelompok Disaster Victim Identivication (DVI) Biddokkes,” kata Hariyanto, Jumat, 12 Juli 2024.
Ia mengatakan, sesuai dengan data yang tersebut tercatat pada Pos Komando SAR Terpadu, jumlah total orang yang terluka meninggal akibat orang yang terluka longsor dalam kawasan tambang itu mencapai 26 orang. Lalu korban selamat banyaknya 280 orang. Tim SAR masih mencari 19 warga yang tersebut dinyatakan hilang. “Dengan demikian, pada hari ini total orang yang terdampar longsor ke kawasan tambang rakyat itu tercatat banyaknya 325 orang,” katanya.
Hariyanto mengutarakan upaya pencarian individu yang terjebak longsor pada kawasan tambang rakyat Suwawa Timur itu sudah dihentikan pada hari ini. Pencarian korban akan kembali dilanjutkan pada Hari Sabtu besok.
Longsor berjalan ke kawasan tambang rakyat Desa Tulabolo Timur pada pukul 23.45 WITA, Sabtu, 6 Juli lalu. Saat kejadian, banyak pekerja tambang sedang beristirahat lalu tidur pada beberapa warung yang mana ada ke kedudukan tambang.
Lokasi tambang emas rakyat ke Desa Tulabolo ini berdekatan dengan Taman Nasional Nani Wartabone. Pertambangan emas ini Desa Tulabolo ini sesungguhnya terbagi. Yaitu, pertambangan emas yang tersebut dikelola penduduk juga perusahaan. Publik mulai melakukan penambangan emas dalam di tempat ini pada awal tahun 90-an.
Lokasi tambang rakyat ini ditutup sejak bencana longsor tersebut. Saat ini pasukan SAR masih berjibaku mencari korban yang dimaksud hilang. Hariyanto mengatakan, sesuai dengan standar operasional prosedur Kantor Pencarian dan juga Pertolongan, operasi SAR akan ditutup setelahnya tujuh hari pencarian. Meski begitu, apabila masih ada orang yang terdampar yang mana ditemukan, tim SAR dapat membuka kembali operasi pencarian.
“Rencananya Hari Sabtu besok, semua personel gabungan akan ditarik dikarenakan operasi SAR akan dihentikan berdasarkan hasil rapat Forkopimda yang tersebut dijalankan sore tadi,” kata Hariyanto.
Artikel ini disadur dari Korban Meninggal Akibat Longsor Tambang Emas Gorontalo Jadi 26 Orang





