Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter, BMKG Ingatkan Pelaut ke Perairan Barat Lampung juga Selatan Jawa
Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG) kembali menerbitkan peringatan keras dini gelombang tinggi untuk beberapa perairan pada 18-19 Juli 2024. Prakirawan BMKG, Marina Ayu, menyebutkan pola angin di Negara Indonesia bagian utara cenderung melakukan aksi dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan berkisar 6-25 knot. Adapun angin ke Indonesi bagian selatan cenderung melakukan aksi dari timur ke tenggara sekencang 10-30 knot.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau ke Laut Banda, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores kemudian Laut Arafuru,” kata Ayu, melalui pernyataan tertulis, Kamis, 18 Juli 2024.
Pola angin ini diprediksi memulai gelombang tinggi 2,5-4 meter pada perairan Samudra Hindia Barat Lampung, dan juga Samudra Hindia Selatan Jawa Timur-Pulau Sumba. Menurut Ayu, BMKG juga mencatatkan prospek gelombang setinggi 1,25-2,5 meter ke perairan utara Pulau Sabang, perairan barat Aceh-Kepulauan Mentawai, perairan Pulau Enggano-Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Aceh-Bengkulu, Selat Sunda bagian barat dan juga selatan, perairan selatan Jawa-Pulau Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas-Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Samudra Hindia Selatan Banten-Jawa Tengah, perairan Kupang-Pulau Rote, Samudra Hindia Selatan Kupang, dan juga Laut Natuna.
Peringatan dini tentang gelombang besar 2,5 meter juga berlaku untuk perairan dalam Selat Karimata, Laut Jawa, perairan utara Jawa Timur – Pulau Kangean, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Teluk Bone, perairan Baubau-Wakatobi, Teluk Tolo, perairan Kepulauan Banggai-Pulau Sula, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, perairan Kepulauam Sangihe-Talaud, perairan Halmahera, Laut Halmahera, Laut Seram, perairan selatan Papua Barat, perairan Fakfak-Kaimana, perairan Pulau Buru-Pulau Seram, Laut Banda, perairan Kepulauan Kai-Aru, perairan Kepulauan Sermata-Tanimbar, dan juga Laut Arafuru.
Ayu mengingatkan bahwa gelombang tinggi akibat angin itu berisiko terhadap keselamatan pelayaran. “Untuk itu, BMKG terus-menerus mengimbau penduduk untuk selalu waspada, khususnya bagi nelayan,” tuturnya.
Para pemilik perahu nelayan diminta mewaspadai angin yang mana kecepatannya lebih banyak dari 15 knot, juga gelombang yang tingginya di melawan 1,25 meter. Kapal tongkang juga harus memperhatikan risiko angin lebih tinggi dari 16 knot kemudian gelombang pada berhadapan dengan 1,5 meter.
Adapun kapal penyeberangan diminta mewaspadai angin sekencang kebih dari 21 knot lalu besar gelombang ke berhadapan dengan 2,5 meter. Kapal berukuran jumbo, baik kargo maupun tipe pesiar, harus mewaspadai kecepatan angin tambahan dari 27 knot dan juga besar gelombang pada berhadapan dengan 4 meter.
Artikel ini disadur dari Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter, BMKG Ingatkan Pelaut di Perairan Barat Lampung dan Selatan Jawa




