Transformasi Hikmahbudhi di Perlindungan Informasi kemudian Digitalisasi

JAKARTA – Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) menyelenggarakan Seminar Literasi Digital bertemakan Transformasi Hikmahbudhi pada pengamanan data dan digitalisasi . Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-XIII Hikmahbudhi menjadi peluang kerja identik dengan Menteri Komunikasi serta Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi pada memperluas jendela literasi digital.
Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal PP Hikmahbudhi Dwi Purnomo mengungkapkan bahwa perkembangan era digitalisasi semakin masif dan juga modern. Dia menuturkan, perubahan digital bukanlah sekadar tren.
“Tetapi langkah strategis untuk masa depan rakyat atau kelompok rakyat yang mana lebih banyak baik juga terorganisir. Kunci Utama keberhasilan perubahan struktural ini bukan belaka terletak pada teknologi yang tersebut digunakan, tetapi juga pada kesiapan anggota untuk beradaptasi,” kata Dwi dikutipkan Hari Senin (16/9/2024).
Adapun seminar ini dimoderatori oleh Sekretaris Jenderal Pimpinan Fakultas (Sekjend PC) Hikmahbudhi Ibukota Utara 2021-2023 Ananda Budi Setiawan. Sedangkan narasumber pada kegiatan yang disebutkan adalah pribadi penggiat literasi dan juga konten kreator Mira Sahid.
Mira menuturkan, dunia digital menawarkan manfaat, keuntungan, juga kemudahan yang tersebut besar bagi semua orang. Namun, lanjut dia, tanpa pemahaman lalu pengaplikasian yang dimaksud tepat, dunia digital akan sangat berbahaya.
“Masyarakat harus dapat memahami faedah kemudian mudarat teknologi yang merek gunakan sehingga merekan dapat menggunakannya dengan nyaman kemudian efektif,” ungkap Mira Sahid.
Dalam kesempatan itu, Mira Sahid juga membeberkan bahwa empat Pilar Literasi Digital, yakni Digital Skills, Digital Safety, Digital Culture, serta Digital Ethics harus menjadi fondasi utama di berdigitalisasi.




