BRICS Pay Segera Beroperasi, Pukulan Telak bagi Dolar Negeri Paman Sam

JAKARTA – Sistem keuangan global berada pada titik puncak pergolakan besar. Blok BRICS berencana menciptakan sistem pembayaran independen untuk memfasilitasi kegiatan lintas batas antar anggota. Inisiatif ini bertujuan untuk menghurangi ketergantungan merek terhadap dolar Amerika Serikat dengan mengintegrasikan mata uang lokal untuk perdagangan.
Sesuai dengan kebijakan dedolarisasi, BRICS secara terlibat mempersiapkan pembentukan sistem pembayaran independen yang digunakan disebut BRICS Pay. Sistem ini dirancang untuk memfasilitasi kegiatan lintas batas antar anggota tanpa menggunakan dolar AS.
Inisiatif ini didukung oleh teknologi mutakhir seperti blockchain. Ini adalah juga sanggup menjadi alternatif ampuh terhadap jaringan SWIFT. Ketua Dewan Federasi Rusia, Valentina Matviyenko melakukan konfirmasi proyek yang dimaksud berjalan sesuai rencana. “Ini tidak lagi sekedar ide tapi bergerak forward secara konkrit,” kata beliau dilansir dari Contribune, hari terakhir pekan (23/8/2024).
Dia menjelaskan sistem yang disebutkan merupakan jawaban menghadapi aspirasi negara-negara mengalami perkembangan yang dimaksud ingin mengurangi diri dari hegemoni dolar AS. Tujuan utama dari mekanisme baru ini adalah untuk memungkinkan negara-negara anggota BRICS menyelesaikan proses komersial mereka itu di mata uang lokal.
Dengan demikian, merekan dapat menghindari fluktuasi kemudian tekanan ekonomi yang dimaksud terkait dengan mata uang Amerika. Lebih dari 50 negara sudah menyatakan minatnya untuk bergabung pada inisiatif ini mendekati KTT BRICS 2024 di dalam Rusia. Mayoritas dari dia berasal dari Asia, Afrika, Amerika Selatan, lalu Eropa Timur.
Tantangan Geopolitik
Penerapan BRICS Pay bukannya tanpa kendala. Proyek ini harus mengatasi beberapa tantangan teknologi termasuk integrasi sistem pembayaran yang dimaksud ada di tempat masing-masing negara. BRICS Pay harus kompatibel dengan media seperti Unified Payments Interface (UPI) India kemudian sistem Mir Rusia, yang dimaksud memerlukan upaya standardisasi yang dimaksud rumit.
Secara geopolitik, BRICS Pay dapat menggeser keseimbangan kekuatan ekonomi. Dengan menurunkan ketergantungan merekan terhadap dolar, BRICS dapat mengurangi kekuatan pengaruh Negeri Paman Sam pada perdagangan global.
Namun, inisiatif ini juga berisiko menyebabkan peningkatan ketegangan dengan negara-negara Barat. Negara-negara yang disebutkan dapat mengawasi pendekatan ini sebagai ancaman segera terhadap hegemoni dolar AS. Secara konkret, proyek BRICS Pay melambangkan meningkatnya keinginan negara-negara berprogres untuk membebaskan diri dari dominasi dolar juga merancang infrastruktur keuangan yang digunakan lebih tinggi tangguh juga otonom.
Namun, untuk mencapai tujuannya, BRICS Pay perlu mengatasi tantangan besar pada bidang teknologi, geopolitik, serta peraturan. Jika hambatan-hambatan ini diatasi, sistem yang disebutkan bukan semata-mata dapat mengubah hubungan dunia usaha antara negara-negara BRICS, namun juga mendefinisikan kembali keseimbangan keuangan global.






