Olahraga

Mengerikan! 10 Knockout of The Year Terbaik dalam Abad ke-21

Inilah 10 knockout of The Year terbaik yang terjadi ddalam pertarungan tinju selama abad ke-21. Saat Angelo Leo melontarkan sebuah hook kiri ke arah rahang Luis Alberto Lopez pada ronde ke-10, Hari Sabtu waktu malam lalu di tempat Albuquerque, hal yang disebutkan menyebabkan kontes yang berlangsung sengit ini ke pada sebuah kesimpulan yang dimaksud sangat jelas – namun menimbulkan kontes yang mana berlangsung sengit lainnya menjadi bukan terlalu jelas.

Apa KO of the year terbaik tahun 2024? Terdapat tiga penyelesaian luar biasa yang dapat diperdebatkan sebelum hari Sabtu, dan juga sekarang ada empat. Dengan sebuah hook, Leo menjatuhkan orang pemegang peringkat kelas bulu yang dimaksud belum pernah dijatuhkan, apalagi di-KO.

Tiga minggu sebelumnya, Lucas Bahdi yang digunakan tak terlalu dikenal menggunakan kombinasi dua tinju kanan, kiri, juga tinju kanan yang berlebihan untuk mengubah prospek panas Ashton Sylve menjadi seperti karpet dermis beruang setelahnya enam ronde di pertarungan di area mana Sylve menang hampir pada setiap ronde. Pada bulan Juni, Gervonta Davis melakukan hal yang tersebut rutin dilakukannya – menyamakan kedudukan berhadapan dengan Frank Martin dengan sebuah hook kiri pada ronde kedelapan lalu tanpa peringatan menghentikan pertarungan yang berlangsung sengit.


:
Dan di dalam bulan Maret, Anthony Joshua menunjukkan terhadap Francis Ngannou apa yang digunakan seharusnya terjadi pada waktu petinju kelas berat pemula juga petinju kelas berat elite bertarung, menjatuhkannya dengan pukulan kanan yang tersebut sangat keras di dalam ronde kedua. Yang mana yang dimaksud menjadi favorit Anda? Tergantung pada kriteria pribadi Anda tentang apa yang tersebut menyebabkan sebuah KO yang tersebut ikonik.

Bagi saya, kekerasan adalah yang dimaksud utama. Semuanya dimulai dengan nilai estetika dari cara pukulan – atau pukulan – mendarat kemudian kengerian dari hasil pukulan yang dimaksud dihasilkan. Kemudian ada tiga faktor penting lainnya, tanpa urutan tertentu – besarnya pertarungan (di sinilah keunggulan Joshua-Ngannou dibandingkan Bahdi-Sylve); drama pada waktu itu (di sinilah pembalikan keadaan seperti Bahdi-Sylve miliki keunggulan dibandingkan penyelesaian yang dimaksud terlihat seperti Joshua-Ngannou); serta hambatan seberapa parahnya korban KO (nyaris bukan bergerak sebelum wasit menandai hitungan ke-10, dan juga wasit pun mengesampingkannya).

Jadi, sekali lagi: mana KO terbaik tahun 2024? Kita masih punya waktu empat setengah bulan lagi untuk memutuskannya. Sementara itu, mari kita gali lebih lanjut dalam: Apa semata KO terbaik pada abad ke-21?

Menghitung mundur dari 10 sampai 1, berikut adalah pilihan saya, dengan satu peringatan keras – saya belum ingin menentukan KO terbaik tahun ini, maka saya tiada memasukkan seluruh penantang di dalam tahun 2024. Saya tiada dapat mengungkapkan dengan pasti bahwa salah satu dari empat larrup terkemuka itu akan masuk 10 besar, tetapi saya akan menunda kebijakan itu dikarenakan saya akan memberi diri saya lebih lanjut berbagai waktu untuk menerima dampaknya (secara kiasan, tidak secara harfiah, syukurlah).

Berikut ini adalah 10 besar KO dari tahun 2000 hingga 2023.

10. Naoya Inoue KO Ronde 1 vs Juan Carlos Payano, 7 Oktober 2018
Jika Anda bertanya-tanya mengapa dia mengatakan anak dari Negeri Sakura ini sebagai “Sang Monster”, pertarungan World Boxing Super Series ini mengakhiri ketegangan dengan cepat. Inoue hanya sekali mendaratkan dua pukulan pada kontes ini. Hanya itu yang mana ia butuhkan untuk mendarat.

Melawan Payano, mantan peraih peringkat yang digunakan dihormati dan juga satu-satunya kekalahan sebelumnya terjadi melalui kebijakan mayoritas, sebuah pukulan one-two yang mana sempurna pada menit pertama pertarungan ini menyebabkan pada 10 hitungan dan juga waktu resmi satu menit, 10 detik pada ronde pembuka – juga singkatnya juga tanpa peringatan terjadinya pukulan “dua” pada one-two yang dimaksud sangatlah luar biasa. Bahkan pada pergerakan lambat pun terlihat cepat. Inoue telah lama mencetak KO berhadapan dengan hampir semua lawan yang mana yang dihadapi – banyak pada antaranya dengan kejam – namun ini masih menjadi yang digunakan terbaik.

Related Articles

Back to top button