Mengenal Fenomena Suhu Dingin pada Musim Kemarau
Jakarta – Saat ini dalam sebagian wilayah di Indonesia sedang mengalami suhu dingin pada pagi lalu waktu malam hari. Orang Jawa menyampaikan fenomena ini bediding. Istilah ini digunakan untuk mengumumkan inovasi suhu yang dimaksud mencolok, khususnya di dalam awal musim kemarau.
Dikutip dari laman Badan Meteorologi Klimatologi lalu Geofisika (BMKG ), fenomena suhu udara dingin sebetulnya merupakan fenomena alamiah yang mana umum berlangsung pada bulan-bulan puncak musim kemarau (Juli-September). Saat ini wilayah Pulau Jawa hingga NTT menuju periode puncak musim kemarau.
Fenomena bediding di konteks klimatologi merupakan hal normal dikarenakan memang benar proses fisisnya berkaitan dengan keadaan atmosfer pada waktu musim kemarau. Pada musim kemarau, umumnya jarang muncul hujan ke mana tutupan awan berkurang, sehingga panas permukaan bumi akibat radiasi Matahari lebih besar cepat dan juga lebih banyak sejumlah yang digunakan dilepaskan kembali ke atmosfer sebagai radiasi balik gelombang panjang.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan pada siang hari ketika musim kemarau, sinar matahari menjadi maksimal lantaran tak ada tutupan awan. Adapun pada waktu waktu malam hingga dini hari, radiasi panas matahari yang digunakan tersimpan di dalam permukaan bumi akan secara maksimal dilepaskan.
Kondisi itu, menurut Rahayu, yang menyebabkan permukaan bumi mendingin dengan cepat lantaran kehilangan energi secara maksimal. “Dampaknya adalah suhu minimum atau udara dingin yang dimaksud ekstrem di dalam di malam hari hingga dini hari,” katanya pada Ahad, 14 Juli 2024.
Faktor lainnya adalah pada bulan Juli wilayah Australia sedang pada periode musim dingin. Berlawanan dengan kawasan utara Bumi yang tersebut sedang mengalami musim panas lantaran Matahari sedang melakukan gerak semu tahunan ke utara.
Pola tekanan udara yang dimaksud relatif lebih tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dingin menuju Negara Indonesia atau lebih banyak dikenal dengan angin monsun Australia. Kondisi itu pula yang digunakan berubah menjadi pemicu utama terjadinya musim kemarau ke Indonesia.
Angin monsun mengakibatkan udara yang dimaksud dingin juga kering dari wilayah Australia ke wilayah Indonesi yang tersebut berada ke wilayah belahan bumi selatan. BMKG berharap masyarakat tiada panik lantaran suhu dingin pada puncak musim kemarau adalah suatu fenomena yang mana wajar terjadi.
ANWAR SISWADI
Artikel ini disadur dari Mengenal Fenomena Suhu Dingin pada Musim Kemarau



