Kiat lalu persiapan sebelum ikuti ultramarathon bagi pelari pemula

DKI Jakarta – Pelari Hendra Siswanto membagikan kiat juga persiapan apa semata yang tersebut diperlukan bagi para pelari pemula yang mau mencoba mengikuti ultramarathon untuk pertama kalinya.
Hendra mengatakan, hal terpenting dari pelari pemula untuk memulai ultramarathon adalah menyimpan konsistensi pada latihan, serta mau bersabar pada menjalani serangkaian panjang.
“Kita dapat oleh sebab itu terbiasa. Bisa dicoba dengan membiasakan untuk berlari beberapa kali pada seminggu, dan juga jikalau ingin lebih besar kuat lagi, dapat ditargetkan untuk menambah jarak tempuhnya secara bertahap,” kata Hendra, pada jumpa pers di Jakarta, Rabu.
Adapun ultramarathon sendiri merupakan lomba lari yang tambahan panjang dari lari marathon umum. Berbagai jarak, permukaan, dan juga format dilombakan secara kompetitif, dari ultramarathon umum terpendek sejauh 50 km hingga 150-160 km.
Jarak sekitar 100 mil atau 160 km biasanya merupakan jarak rute terpanjang yang mana ditempuh di waktu kurang dari 24 jam pada ultramarathon.
Dengan ketahanan fisik yang tersebut lebih besar menantang pada ultramarathon, persiapan yang digunakan kuat juga diperlukan bagi para pelari yang berpartisipasi.
Hendra, yang digunakan merupakan finisher Spartathlon 246 km Athena to Sparta 2022 yang dimaksud menilai, latihan yang tersebut dibarengi dengan target-target personal jangka pendek maupun panjang jua dapat memengaruhi progres tersebut.
“Misalnya, long term goal seperti target untuk finis 100 km di dua tahun ke depan, bisa saja berubah menjadi motivasi untuk berlari dengan konsisten. Ketika kita memiliki goal yang tersebut besar, otomatis, kita berubah jadi terlibat mengembangkan diri,” ujar Hendra.
Selain konsistensi di berlatih serta mengembangkan diri, Hendra mengungkapkan para pelari pemula juga mampu memulai untuk menjadikan lari sebagai sebuah prioritas.
“Berlari juga bisa jadi dijadikan sebuah pembangunan ekonomi kesehatan. Untuk mencapai khasiat itu, mau tidaklah mau kita harus komit, misalnya lari 5 km sebanyak 4 kali di seminggu. Manfaatnya tidaklah ternilai juga bermanfaat saat kita konsisten,” kata finisher Boston Marathon 2022 tersebut.
Sementara itu, Hendra akan turut berpartisipasi pada Run to Care 2024 yang dimaksud diinisiasi oleh organisasi nirlaba SOS Children’s Villages Indonesi pada 9-11 Agustus.
Kegiatan yang dimaksud pada saat ini memasuki tahun kesembilan itu kali ini akan mengundang para pelari untuk menyusuri Bandung-Lembang di Jawa Barat dengan jarak tempuh hingga 150 km.
Artikel ini disadur dari Kiat dan persiapan sebelum ikuti ultramarathon bagi pelari pemula






