Imigrasi Masih Andalkan AWS, Tunggu PDNS Pulih Total Usai Kasus Ransomware
Jakarta – Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan juga Hak Asasi Individu (Kemenkumham), Silmy Karim, menyatakan sistem data imigrasi masih ditempatkan di dalam Amazon Web Service sampai pada waktu ini. Regulator imigrasi masih akan mengandalkan layanan komputasi awan atau cloud milik Amazon itu sambil mengawaitu pemulihan Pusat Informasi Nasional Sementara atau PDNS 2 di dalam Surabaya.
“Masih ke AWS. Sekarang fokus kita stabilkan sistem dulu. Kita tunggu kesiapan Kominfo serta regulasi lanjutan,” kata Silmy ketika dihubungi Tempo, Jumat, 12 Juli 2024.
Layanan imigrasi di berubah-ubah bandara, di antaranya Bandara Internasional Soekarno-Hatta, terganggu akibat serangan siber ransomware pada 20 Juni lalu. Ulah kelompok hacker yang digunakan belakangan diketahui bernama Brain Cipher itu memproduksi data PDNS terpaksa dipindahkan sementara ke AWS, langkah agar layanan umum permanen berjalan.
Sejak dipindahkan ke AWS, Silmy menyampaikan operasional sistem keimigrasian Indonesia telah berjalan normal. Dia belum bisa jadi meyakinkan kapan sistem data dalam lembaganya akan dipindahkan kembali ke PDNS. “Buat kami yang mana terpenting pelayanan masyarakat dulu,” ujarnya.
Mengutip portal resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara serta Reformasi Birokrasi (PAN RB), sistem keimigrasian digital yang dimaksud digunakan pada bandara kemudian pelabuhan utama Indonesia dipulihkan pada dua hari, pasca serangan siber ke PDNS.
Sejumlah layanan yang mana dinyatakan sudah ada normal adalah pemeriksaan keimigrasian, autogate, visa, izin tinggal, M-Paspor, dan juga Cekal Online. Sistem paspor di antaranya layanan yang mana membutuhkan waktu lebih besar panjang untuk pemulihan. Namun kesulitan selesai dengan pemanfaatan AWS.
“Pemindahan data center lalu aktivasi kembali sistem imigrasi memakan waktu dua hari, dimulai sejak 20-22 Juni lalu. Kepentingan masyarakat menjadi prioritas,” tutur Silmy.
Pelaksana tugas Direktur Jenderal Aplikasi komputer Informatika Kominfo, Ismail, mengungkapkan pemerintah sedang menjalankan strategi jangka pendek, menengah, juga panjang untuk pemulihan PDNS 2. Strategi darurat atau emergency recovery akan berlangsung hingga Agustus 2024. Pemulihan ini untuk layanan prioritas, keimigrasian.
“Dalam strategi jangka pendek ini, serangkaian forensik juga diwujudkan oleh Badan Siber kemudian Sandi Negara (BSSN), dan juga Kepolisian RI atau Polri,” kata Ismail pada keterang resminya, Kamis, 11 Juli 2024.
Adapun strategi jangka panjang nanti tambahan terdiri dari normalisasi PDNS. Proses ini akan berlangsung hingga September mendatang. Di di tahapan pemulihan ini, ada rencana audit keamanan PDNS 1 pada Batam juga PDNS 2 ke Surabaya oleh pihak ketiga yang dimaksud independen.
Artikel ini disadur dari Imigrasi Masih Andalkan AWS, Tunggu PDNS Pulih Total Usai Kasus Ransomware






