Pegawai PTN Baru 10 Tahun Berjuang Menuntut Haknya sampai ke Ujung Pemerintahan Jokowi
Depok – Massa yang tergabung pada Ikatan Lintas Pegawai Perguruan Tinggi Negeri Baru (ILP-PTNB) menggeruduk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi kemudian Pendidikan Tinggi (Kemdikbudristek Dikti), pada Jakarta, Kamis 18 Juli 2024. Mereka mewakili dosen juga tenaga kependidikan dari 35 PTN baru yang sudah pernah 10 tahun terakhir menuntut hak bermetamorfosis menjadi pegawai negeri sipil atau PNS.
“Kami sama-sama dosen dan juga tenaga kependidikan dari 35 PTNB berpindah ke Ibukota Indonesia untuk aksi damai di Kantor Kemendikbudristek Dikti,” kata Sekjen ILP-PTNB, Umar, ketika hendak bertolak pada Kamis pagi. Ditambahkannya, “Kami menuntut hak yang digunakan sampai ketika ini belum terpenuhi.”
Umar menilai, tuntutan ILP-PTNB yang mana tak kunjung terealisasi menandakan pemerintah yang tersebut tidaklah penting mengakomodir status kepegawaian para dosen juga tenaga kependidikan. Padahal, kata Umar, ketika kampus berubah status jadi PTN, semua aset juga prasarana infrastruktur berubah menjadi milik pemerintah.
“Sehingga telah seharusnya SDM yang tersebut ada dalam dalamnya diantaranya dosen juga tenaga pendidik turut bermetamorfosis menjadi PNS, bukanlah pegawai kontrak PPPK (Pegawai otoritas dengan Perjanjian Kerja) yang digunakan selama ini dikerjakan pemerintah,” tutur Umar.
Dosen dalam PTN dalam Sulawesi Barat ini mengaku telah lama berinteraksi dengan pengurus ILP-PTNB agar mengirimkan perwakilan dosen serta tenaga kependidikan dari 35 PTNB pada waktu aksi dalam kementerian hari ini yang mana dipandang sebagai aksi bersama. Dalam rencananya, akan hadir sekitar 250 partisipan aksi.
Umar berharap pada waktu aksi ada perwakilan pejabat dari kementerian yang menerima kemudian benar-benar berubah jadi jembatan bagi dosen dan juga tenaga pendidik dari ILP-PTNB. “Besar harapan kami dalam ujung kepemimpinan Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) serta Pak Ma’ruf Amin dapat merealisikan tuntutan kami,” kata Umar penuh harap.
Berdasarkan pantauan Tempo mulai pukul 09.00-11.30, massa beratus-ratus partisipan aksi ILP-PTNB itu masih mengantisipasi audiensi sama-sama pejabat Kemendikbudristek sebelum akhirnya ditemui oleh Direktur Sumber Daya Individu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan juga Teknologi. Dalam aksinya yang terkini, merek mendirikan tenda-tenda pada trotoar jalan depan gerbang Kemendikbudristek sambil menyuarakan tuntutannya.
“Kami telah rutin (meminta) pertemuan, tapi mas menteri (Menteri Pendidikan Nadiem Makarim) tidak ada pernah hadir. Selalu diwakilkan oleh pejabat-pejabat eselon dua kemudian tiganya,” ujar Umar di dalam kedudukan aksi.
AISYAH AMIRA
Artikel ini disadur dari Pegawai PTN Baru 10 Tahun Berjuang Menuntut Haknya sampai ke Ujung Pemerintahan Jokowi






