Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, yang dibacakan oleh Presiden Soekarno juga wakilnya Mohammad Hatta pada 17 Agustus 1945, merupakan salah satu dokumen sejarah paling krusial di sejarah Indonesia.
Namun, teks yang digunakan dibacakan oleh Soekarno bukanlah teks asli yang mana ditulis tangan olehnya, melainkan versi yang dimaksud sudah pernah diperbarui atau diketik ulang oleh Sayuti Melik, seseorang tokoh pejuang kemerdekaan sekaligus jurnalis pada masa itu.
Lantas, dalam manakah keberadaan teks Proklamasi yang mana ditulis tangan secara langsung oleh Presiden Soekarno? Apakah wujud aslinya masih ada? Berikut penjelasannya.
Dokumen naskah kosep teks proklamasi yang digunakan pada tulis tangan oleh Ir. Soekarno dalam Gedung Arsip Nasional Republik Tanah Air (ANRI), Jakarta, Mingguan (16/8/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc/aa.
Letak teks asli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Dokumen asli teks Proklamasi yang tersebut ditulis tangan oleh Soekarno, yang tersebut menandai kemerdekaan Tanah Air dari penjajahan Belanda, ketika ini disimpan dengan aman di Arsip Nasional Republik Nusantara (ANRI) dalam Jakarta.
Menurut Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), wartawan atau jurnalis BM Diah mengemukakan naskah Proklamasi terhadap negara melalui Menteri Sekretaris Negara Moerdiono, yang mana menjabat dari 1988 hingga 1998.
Moerdiono kemudian menyerukan naskah tulisan tangan Soekarno untuk Kepala ANRI pada waktu itu, Noerhadi Magetsari, yang dimaksud menjabat dari 1992 hingga 1998.
Arsip foto – Petugas mengambil dokumen naskah konsep teks proklamasi ke Gedung Arsip Nasional Republik Negara Indonesia (ANRI), Jakarta, Mingguan (16/8/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc/aa.
Saat ini, naskah Proklamasi asli telah terjadi tersimpan pada ANRI selama 30 tahun sejak 1992, juga disimpan dalam ruang khusus yang mana dilengkapi dengan sistem penyimpanan khusus.
Dokumen bersejarah ini disimpan pada ruang penyimpanan khusus yang dimaksud dilengkapi dengan sistem pengawasan juga pengamanan ketat untuk menyimpan keasliannya.
Teks Proklamasi yang disebutkan tidaklah cuma mempunyai nilai historis tinggi, tetapi juga merupakan simbol perjuangan kemudian kemerdekaan bangsa Indonesia.
Dalam upaya pelestariannya, ANRI memanfaatkan teknologi modern untuk memverifikasi dokumen terus di situasi prima.
Selain itu, penilaian risiko juga dikerjakan terhadap naskah Proklamasi tulisan tangan Soekarno untuk mengevaluasi prospek risiko yang ada atau yang tersebut mungkin saja muncul.
Hal ini bertujuan untuk mengontrol serta memantau risiko yang telah ada dan juga mengempiskan dampak dari risiko yang mana mungkin saja timbul.
Arsip foto – Prosesi pengembalian naskah asli teks proklamasi tulisan tangan Presiden Soekarno dari Sekretariat Presiden terhadap Arsip Nasional RI (ANRI) pada Kamis (18/8/2022). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/aa.
ANRI juga sudah pernah menyelenggarakan berubah-ubah kegiatan institusi belajar kemudian pameran untuk meningkatkan pemahaman warga tentang pentingnya dokumen ini di sejarah bangsa.
Dengan demikian, penyimpanan teks Proklamasi ke ANRI merupakan bagian dari upaya melestarikan warisan sejarah Negara Indonesia kemudian menjamin bahwa generasi mendatang dapat terus mengenal dan juga menghargai momen penting di perjalanan kemerdekaan Indonesia.