Bahlil Usulkan pemilihan raya Kembali ke Proporsional Tertutup: Banyak Politik Uang
Jakarta – Politikus Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyatakan sebaiknya pemilihan umum atau pemilihan raya legislatif ataupun eksekutif diselenggarakan secara proporsional tertutup. Dia mengumumkan demokrasi yang digunakan terbuka seperti ketika ini justru menghasilkan pendatang tak punya kapasitas kepemimpinan bisa jadi terpilih dikarenakan belaka mempunyai logistik.
“Kembali pemilihan tertutup saja, dipilih DPR saja. Ditusuk partainya. Itu lebih lanjut murah,” kata Menteri Investasi/Kepala Kerjasama Penanaman Modal itu di kuliah umum di Universitas Paramadina, Sabtu, 27 Juli 2024. Senyampang itu, Bahlil memaparkan di pemilihan bupati, wali kota, kemudian gubernur juga dipilih DPR.
Dalam pemilihan secara tertutup, masyarakat hanya sekali mencoblos partai saja. Nantinya, partai akan menunjuk atau memilih kader mereka sendiri untuk maju sebagai anggota legislatif. Sementara, di demokrasi terbuka seperti ini, Bahlil menganggap banyak terjadi urusan politik uang.
“Sekarang kalau pemilihan banyak urusan politik uang. Berarti rakyat kita ajarin macam-macam waduh, sedih,” kata dia.
Menurut Bahlil, sistem tertutup akan memberi kesempatan bagi kader yang berproses sejak awal pada partai. “Supaya yang tersebut jadi itu yang betul-betul berproses. Jangan yang tersebut tidaklah pernah berproses akibat punya duit, beli jabatan. Kalau warga berproses pasti mempunyai kepemimpinan yang mana kuat,” kata dia.
Bahlil menyatakan di sistem demokrasi seperti pemilihan umum ketika ini yang muncul justru kebijakan pemerintah uang. Dia mengungkapkan para calon pemimpin dalam negeri ini bisa jadi mengeluarkan uang miliaran rupiah belaka untuk mendapat jabatan. Demokrasi yang seperti ini, kata Bahlil, akan merusak sistem sosial bangsa. “Saya harus jujur di hal ini,” kata
Tak hanya sekali itu, Bahlil mengemukakan pemilihan umum dalam Indonesi seperti sepak bola oleh sebab itu ada pembagian babak. Babak pertama masyarakat mencoblos ke TPS, kedua pengurus pemilihan, kemudian ketiga menggugat ke mahkamah konstitusi.
Bahlil mengemukakan pemain belum tentu menang tiap babak. “Menang sesi pertama belum tentu menang sesi kedua. Demorkasi ini perlu ada perubahan,” kata Bahlil.
Pilihan editor: PKB Beri Rekomendasi Bos PSIS Yoyok Sukawi Maju ke pemilihan gubernur Daerah Perkotaan Semarang
Artikel ini disadur dari Bahlil Usulkan Pemilu Kembali ke Proporsional Tertutup: Banyak Politik Uang





