Lifestyle

Mengenal apa itu NPD beserta gejalanya

Ibukota – Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang tampak sangat percaya diri, suka memamerkan diri, namun bukan peka terhadap perasaan pendatang lain? Atau mungkin saja seseorang yang merasa dirinya terus-menerus paling benar juga pantas diperlakukan secara istimewa? Bisa jadi, pemukim yang dimaksud mengalami gangguan mental kepribadian narsistik, atau di istilah medis disebut Narcissistic Personality Disorder (NPD).

NPD adalah kondisi kesegaran mental yang ditandai dengan rasa percaya diri yang digunakan berlebihan, perilaku manipulatif, dan juga keperluan konstan akan perhatian kemudian pujian. Individu dengan kelainan ini banyak kali bukan menyadari bahwa dirinya mengalami masalah, sehingga cenderung sulit merancang hubungan yang sehat dengan warga lain, baik pada konteks pribadi, sosial, maupun profesional.

Gangguan ini biasanya mulai terlihat pada masa remaja atau awal dewasa. Penyebabnya tak dapat dipastikan secara mutlak, namun para ahli setuju bahwa kombinasi antara komponen genetik, lingkungan, kemudian pola asuh mempunyai peran besar pada perkembangannya.

Penyebab Narcissistic Personality Disorder

Meskipun penyebab pasti NPD belum diketahui secara jelas, beberapa unsur yang mana diyakini berkontribusi terhadap kelainan ini antara lain:

1. Faktor genetik
Individu dengan riwayat keluarga yang dimaksud mengalami NPD tambahan berisiko mengembangkan gangguan serupa.

2. Pengalaman masa kecil
Trauma, penolakan, pengabaian, atau kurangnya dukungan emosional selama masa kanak-kanak dapat membentuk pola kepribadian narsistik.

3. Gaya pengasuhan
Anak-anak yang mana terlalu dimanjakan, terus-menerus dipuji secara berlebihan tanpa dasar yang mana jelas, atau diasuh dengan cara overprotektif, dapat berkembang dengan harapan untuk terus mendapat perlakuan istimewa.

4. Budaya lalu lingkungan
Budaya yang tersebut mengutamakan individualisme kemudian kebebasan pribadi lebih lanjut rentan memunculkan gangguan jiwa NPD berbeda dengan budaya kolektif yang mana menekankan kebersamaan.

Gejala NPD

​​​​​​​Agar lebih tinggi mengerti akan bagaimana gangguan ini mempengaruhi perilaku seseorang, berikut adalah beberapa gejala umum dari narcissistic personality disorder:

1. Merasa berhak mendapat perlakuan istimewa
Penderita NPD merasa pantas mendapatkan perlakuan khusus. Bila harapan yang disebutkan tak terpenuhi, merek bisa jadi merasa tersinggung, marah, atau bersikap agresif.

2. Selalu membutuhkan pujian juga kekaguman
Mereka haus akan pengakuan dan juga rutin menyombongkan pencapaiannya demi mendapatkan perhatian.

3. Menolak kritik kemudian terus-menerus merasa benar
Penderita sulit menerima masukan, cenderung menolak kritik, juga bersikap defensif, padahal secara emosional mereka sebenarnya rapuh.

4. Bersikap manipulatif
Pada awalnya merek tampak menantang serta menyenangkan, tetapi pada balik itu merek kerap memanfaatkan pendatang lain untuk kepentingan pribadi.

5. Eksploitasi sosial
Mereka merancang hubungan berdasarkan keuntungan yang mana bisa saja didapatkan, seperti status sosial atau materi.

6. Minim teman dekat
Karena kerap menciptakan konflik kemudian hubungan yang mana bukan seimbang, penderita NPD jarang memiliki hubungan pertemanan yang mana mendalam kemudian bertahan lama.

7. Kepercayaan diri palsu
Mereka tampil percaya diri dan juga dominan, namun sebenarnya hanya saja menutupi nilai tukar diri yang tersebut rendah.

8. Kurangnya empati
Penderita cenderung tidaklah peduli pada perasaan penduduk lain, serta dapat melukai perasaan tanpa menyadarinya.

9. Merasa lebih tinggi unggul dari pemukim lain
Sikap superior serta meremehkan khalayak lain, khususnya yang dimaksud dianggap lebih lanjut rendah secara status, rutin kali muncul pada perilaku sehari-hari mereka.

10. Iri pada pendatang lain atau mengira pendatang iri pada dirinya
Penderita rutin kali iri terhadap pencapaian pemukim lain atau yakin bahwa khalayak lain iri terhadap dirinya.

Bisakah NPD dicegah?

Karena penggerak pasti dari NPD belum sepenuhnya dipahami serta factor genetik turut berperan, gangguan ini sulit untuk dicegah. Namun, pendatang tua dapat mengempiskan risikonya melalui pola pengasuhan yang tersebut sehat, dengan memberikan pujian yang dimaksud proporsional, mengajarkan empati, dan juga melatih anak menjalankan emosi kemudian frustrasi.

Cara menghadapi penderita NPD

​​​​​​​Berinteraksi dengan individu yang digunakan mempunyai masalah ini memerlukan kesabaran kemudian pemahaman yang tersebut tepat. Beberapa langkah yang mana dapat diwujudkan antara lain:

  • Tetapkan batasan yang jelas di hubungan.
  • Hindari konfrontasi dengan segera serta ungkapkan pendapat dengan cara yang mana positif.
  • Jalin hubungan dengan lingkungan yang sehat lalu suportif.
  • Jika memungkinkan, dorong penderita untuk berkonsultasi dengan psikolog.

Terapi psikologis tidak ada serta-merta menyembuhkan NPD, namun dapat membantu penderita mengendalikan gejala juga memperbaiki kualitas hidupnya.

Jika Anda atau khalayak terdekat menunjukkan tanda-tanda NPD, tiada ada salahnya mencari bantuan profesional. Semakin cepat ditangani, semakin besar kesempatan untuk memperbaiki kualitas hubungan dan juga hidup secara keseluruhan.

Artikel ini disadur dari Mengenal apa itu NPD beserta gejalanya

Related Articles

Back to top button