Macam-macam doa Qunut, tata cara kemudian bacaannya

Ibukota – Doa Qunut adalah salah satu doa yang mana dibaca oleh umat Islam pada shalat tertentu. Qunut secara bahasa mempunyai makna beragam, yaitu ketaatan, shalat, berdiri lama, diam, juga berdoa.
Doa Qunut mempunyai kegunaan apabila dilafalkan sebab bacaannya mencakup kebaikan dunia lalu akhirat, mendatangkan banyak berkah, lalu menjauhkan kita dari segala hal buruk.
Doa qunut dibagi bermetamorfosis menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Qunut Subuh
Doa ini dibaca pada rakaat kedua shalat Subuh pasca ruku' pada i'tidal. Qunut Subuh dikerjakan oleh sebagian besar umat Islam dari mazhab Syafi'i.
2. Qunut Nazilah
Doa ini dibaca sewaktu umat Islam sedang menghadapi musibah besar, seperti peperangan atau bencana alam. Qunut Nazilah yaitu doa yang tersebut dibacakan pasca ruku’ (i’tidal) pada rakaat terakhir shalat.
3. Qunut Witir
Menurut pengikut Imam Abu Hanifah (hanafiyah) qunut witir diwujudkan dirakaat yang mana ketiga sebelum ruku’ pada setiap shalat sunnah. Menurut pengikut Imam Ahmad bin Hambal (hanabilah) qunut witir direalisasikan pasca ruku’. Menurut Pengikut Imam Syafi’i (syafi’iyyah) qunut witir direalisasikan pada akhir shalat witir pasca ruku’ pada separuh kedua bulan Ramadlan. Akan tetapi menurut pengikut Imam Malik qunut witir tak disunnahkan.
Tata cara doa Qunut
1. Setelah ruku’ pada rakaat kedua shalat Subuh, di mana berdiri di tempat i’tidal, bacalah doa qunut dengan khusyuk.
2. Mengangkat kedua tangan
Tata cara pada menunaikan doa qunut di shalat adalah dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan di mana membaca doa qunut
Bacaan doa qunut:
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allahummahdini fî man hadait, wa ‘âfini fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait, fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam
Artinya: “Ya Allah, berikanlah petunjuk terhadap kami sebagaimana dia yang dimaksud telah lama Engkau tunjukkan. Dan berilah keseimbangan terhadap kami sebagaimana merek yang mana Engkau sudah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana warga yang digunakan sudah pernah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan untuk kami pada apa-apa yang mana telah terjadi Engkau karunia kan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang digunakan Engkau telah dilakukan tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang tersebut menghukum kemudian tidak terkena hukum. Maka sesungguhnya tiada hina warga yang Engkau pimpin. Dan bukan mulia khalayak yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami kemudian Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di menghadapi yang dimaksud Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau kemudian aku bertaubat untuk Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat lalu sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan juga sahabatnya.”
Memperhatikan sunnah pada beribadah, diantaranya membaca doa qunut, bermetamorfosis menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kita untuk Allah SWT lalu mengikuti teladan Rasulullah SAW. Membaca doa qunut pada shalat Subuh dapat berubah menjadi bagian dari upaya mempertahankan kekhusyukan dan juga keberkahan di setiap ibadah kita.
Artikel ini disadur dari Macam-macam doa Qunut, tata cara dan bacaannya






