Antisipasi Surat Suara Molor, KPU Buat LInimasa Produksi Logistik pemilihan
Jakarta – Komisi Pemilihan Umum akan menyusun linimasa produksi yang dimaksud harus dipatuhi vendor percetakan surat kata-kata pilkada. Tujuannya agar logistik pemilu untuk tempat yang sulit dijangkau mampu sampai tepat waktu.
“Pada tahap produksi logistik, KPU menyusun timeline produksi yang akan dilaksanakan oleh penyedia untuk area prioritas yang tersebut lokasinya terjauh dari percetakan,” kata Komisioner KPU RI, Yulianto Sudrajat, pada waktu dihubungi Tempo, Senin, 15 Juli 2024.
Yulianto mengutarakan garis waktu produksi ini juga bertujuan untuk memitigasi terjadi kekurangan atau kehancuran logistik di mana pada rute distribusi.
Ia mengakui KPU menemukan banyak kendala pada distribusi logistik mulai dari faktor cuaca, keadaan geografis, kemudian ketersediaan moda transportasi. Kendala khususnya dijumpai pada wilayah 5T (Terdepan, Terluar, Tertinggal, Terlama, lalu Tersulit).
KPU, kata dia, membutuhkan dukungan pemanfaatan pesawat udara, helikopter, speedboat, atau alat angkut lain yang tersebut mampu menembus medan berat.
“Yang semuanya kadang juga sangat bergantung pada cuaca. Maka dari itu, KPU terus bekerja sejenis dengan kementerian lalu lembaga lain untuk membantu distribusi logistik. Misalnya, bekerja serupa dengan TNI-Polri, Kementerian Perhubungan, juga pemerintah daerah,” tuturnya.
Saat ini KPU sedang menggodok beleid yang akan mengatur tata kelola pengadaan lalu distribusi logistik pemilihan kepala tempat serentak. hari terakhir pekan kemarin, KPU sudah pernah mengadakan uji masyarakat terhadap rancangan Peraturan KPU tentang perlengkapan pemungutan pendapat dan juga dukungan perlengkapan lainnya untuk Pilkada.
Yulianto memaparkan regulasi ini harus segera diterbitkan agar KPU tempat cukup waktu mempersiapkan tahapan pilkada. Aturan dan juga tahapan spesifik alur logistik akan menanti PKPU ini terbit.
“Proses logistik ini dimulai dari merencanakan, pengadaan, lalu distribusi sampai pada hari H,” kata Yulianto ke struktur KPU, Jumat, 12 Juli 2024.
Menurut Yulianto, spesifikasi logistik di pemilihan gubernur 2024 akan serupa dengan spesifikasi logistik yang mana digunakan pada pemilihan 2024. Sehingga tantangan terberat pelopor bukanlah pada spesifikasi logistik, melainkan tahapan distribusi logistik ke setiap daerah.
“Seperti diketahui kemarin hampir 800 ribuan TPS, ya, di dalam hari yang dimaksud sejenis harus sampai tepat waktu dengan situasi kondisi geografi yang dimaksud sangat beragam,” ujar Yulianto, “Proses distribusi yang tersebut kami laksanakan berjenjang, dari mulai KPU Pusat, kemudian turun segera ke KPU kabupaten-kota. KPU kabupaten-kota harus mendistribusikan ke kecamatan tambahan dahulu, kemudian ke desa sampai ke TPS.”
Sesuai jadwal, pemungutan kata-kata pada pilkada serentak 2024 akan dilakukan pada 27 November mendatang. Saat ini KPU sedang memverifikasi dukungan calon perseorangan.
CICILIA OCHA
Artikel ini disadur dari Antisipasi Surat Suara Molor, KPU Buat LInimasa Produksi Logistik Pemilu





